Saturday, December 27, 2008

Istriku... Aq Merindukanmu

Ow.. ternyata lama sekali aku tidak menjenguk ini (maaf ya blog,... besok2 aku janji bakal lebih rajin lagi).

Semingu tanpa istri ternyata cukup merepotkan (I luv u hany). Sekarang, tibalah saatnya untuk menjemputnya. Sekarang, aq lagi menunggu keretaku pukul 17.00 nanti. Jadi, daripada bengong, yah maenlah aku di sebuah warnet di seberang Stasiun Jakarta Kota. Mm.. tempatnya cukup nyaman. Tadi, ada sedikit insiden kecil. hehehe... keyboardnya macet. Yah... tapi server adminnya cukup kooperatif dan menggantinya dengan yang baru. Cihuy... (makasih yah Mas). Pas ditulisan ini, lalu aku mengatakan kepada server adminya, "Mas makasih yah, maaf tadi belum sempat ngucapin." Sedikit teringat akan nasihat ibuku, "jangan pernah lupakan untuk membalas kebaikan seseorang, minimal dengan sebuah kata terima kasih"

Ok, kembali mengingat masa-masa "jomblo" seminggu. Hari pertama, aku terlambat ngantor. Biasanya, pagi jam 6.30 istriku sudah menarik selimutku agar terbangun. Kala itu, hangat kopi pagi hari dan roti bakar sedikit menusuk di sela-sela hidungku. Namun, hari pertama tidak aku rasakan. dan fatalnya, aku tiba dikantor pukul 10.30. Parah... apa kata dunia. Saat itu, aq ingat sindiran khas dari teman sekuriti di pos jaga, "Selamat pagi sekali Mas Andiek...!" "Iya... met siang Pak," kataku sedikit malu perihal sindirannya. Oke... di dalam ruangan pun, sindiran tidak jauh beda. Sampai akhirnya pulang ke rumah. Aku mendapati rumah berantakan seperti kapal pecah, piring kotor, tumpukan baju dan celana dalamku kemarin. Waw... itu baru hari pertama... Hari ke-2, 3, 4, dan tadi pun, aku bangun pukul 10.00.

Jadi, hari ini aku membulatkan tekad untuk menjemputnya ke Madura, kota kelahiranku. Oh...yah, aku belum menceritakan perihal istriku pulang. Kebetulan bulik/tantenya menikah. dilihat dari usianya, bulik itu 4 tahun di atas istriku dan 1 tahun di bawahku. walau lebih meda dari aku, yah... dia tetap bulik (Selamat menempuh hidup baru yah... Maaf aku ga bisa datang, 'kan sudah ada istriku... hehehe).

Yah... begitulah seminggu tanpa istri... itu benar-benar merepotkan. I miss u hany...

Friday, September 26, 2008

Thursday, September 11, 2008

Ayo menulis buku... Serbarkan ilmu, berbagi Pengetahuan

Tangga Pustaka menerima naskah dari penulis-penulis lokal. Naskah-naskah tersebut harus merupakan naskah asli, bukan saduran maupun terjemahan. Untuk kategori non fiksi, kami berminat pada naskah-naskah panduan (how-to) bersegmentasi psikologi & pengembangan diri (parenting dan populer-psikologi praktis), computech (komputer, IT, dan teknik), Bahasa, dan penunjang pelajaran (Prasekolah, SD, SMP, dan SMA).

Naskah asli, bukan saduran maupun terjemahan. Badan naskah menggunakan huruf (font): Times New Roman ukuran 12, spasi satu. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baim dan benar sesuai EYD. Isi dan materi yang disertakan dalam naskah tidak melanggar Hak Cipta pihak lain. Naskah dilengkapi dengan profil, alamat lengkap,dan nomor telepon penulis yang bisa dihubungi. Dikirimkan dalam bentuk cetak (hardcopy) ke alamat:

Redaksi Tangga Pustaka
Jl. H. Montong No. 57, Ciganjur-Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630
Tlp: 021. 788 83030, Faks: 021. 727 0996

Monday, September 1, 2008

Awal Ramadhan...

Tepat jam 03.00, "tet...tret..tet..tet " (masih ingat alarm lone ranger? iya aku pake itu) kedengarannya seperti mo baris... Dan, itu yang membangunkanku dari kantuk. Rasa berat bangun sahur di awal Ramadhan... Untung, semalam sudah sempat prepare, beli ayam goreng + lalapan di warung langganan. biasanya seh beli lele, cuma pas itu dah abis.

Syukurlah, aq ga harus keluar nyari makan buat sahur. Cuci muka ala koboi, ngucek-ngucek belek biar sadar dari kantuk. awal yang ga biasa dan terasa berat. Akhirnya sudah terlewati. Kini waktu telah menunjukkan pukul 4 sore, saat aku mulai bloging di awal ramadhan ini.

Itu aja deh, yang penting dah posting... bingung mo nulis apa
:-)

Friday, August 29, 2008

Penulisan Partikel "PUN"

Selepas sholat Jum'at, salah seorang rekan menanyakan, "Bagaimana seeh penulisan partikel pun yang bener? Dipisah atau disambung?" Kontan saja, dahi saya berkerut sebentar, "Mmm..." dan seolah-olah berpikir. Nah... sebenarnya agak bingung juga. Menurut kaidah EYD, sebenarnya penulisan partikel "pun" itu dipisah, seperti Anda pun, Andiek pun, apa pun, atau pun lainnya. Namun, ternyata ada beberapa partikel "pun" yang dimaklumi dan ditulis serangkai. Kata dan partikel pun yang ditulis serangkai sebagai berikut.
- Adapun
- Andaipun
- Walaupun
- Sungguhpun
- Ataupun
- Sekalipun
- Bagaimanapun
- Meskipun
- Biarpun
- Maupun
- Kalaupun
- Kendatipun

*catatan: untuk kata “Sekalipun” itu ketententuan tersendiri, bisa disambung atau dipisah.

Disambung jika bermakna "walaupun"

Contoh kalimat: "Sekalipun langit runtuh, sekali pun saya tidak akan menyerah!


referensi: http://polisieyd.blogsome.com/2005/09/29/sekalipun-dan-sekali-pun/

Thursday, August 28, 2008

Nulis Yuk....!

Aduh... udah lama saya tidak menjenguk blog ini. Sampai tidak terawat dengan baik... tapi biarlah! yang penting, mulai sekarang (niatnya seeh) mo "aktip" lagi (ini kata temen saya yang sundais bangeed, susah ngebedain F, P, V. heheh). Jadi ngomongin orang lagi! Gak deeh... liat title lagi deeh.
Yuuk Nulis.
Maksudnya apa yah?
Begini sodare-sodare, mengingat "posisi" ane di redaksi, siap deeh nerima kiriman naskah untuk dijadiin buku!
Temanya apa dunk?
Ada Empat tema besar yang kami bidik, yaitu Psikologi & Pengembangan Diri (termasuk parenting juga), Penunjang Pelajaran (SD, SMP, SMA), Komputer (IT), Bahasa Asing (Inggris, Mandarin, Prancis, dll)
Novel ada gak?
Maaf... kalo mau ngirimin naskah novel (atau yang bersegmentasi remaja ato ABG) bisa dikirmkan ke Gagas Media (masih satu grup dengan redaksi yang saya tangani)
Gimana caranya Nulis? 'kan masih belum terbiasa?
Mulai ajah dari sekarang... awalnya agak ribet (kaya nulis SMS pertama kali, perlu membiasakan dengan Hape baru... malah ga nyambung). Biar mudah, buat TOR (term of refernce) ato kerangka kerangan terlebih dahulu. Jelas ini akan memudahkan. 'Kan tema yang dibidik fiksi. Jadi jelas butuh runutan.
Hal apa saja yang perlu diperhatikan?
Tulis aja dulu... jangan dipusingin masalah EYD. Jadi tulis aja. Soal Data dan tetek bengek lainnya... ya mesti diperhatiin juga Bosss! 'kan buku Fiksi, mesti ada rujukan dunk, daftar pustaka gitu deeh!
Kalo masih bingung cara mulai nulis gimana?
kalo masih bingung... yah kita sharing aja by YM: andiek_de_oranje@yahoo.com. saya standby tiap hari, kecuali Sabtu & Minggu. Emang sering dalam kondisi invisible.
Nah... kalo dah punya naskah, kirimnya kemana?
Kirim sendiri ato by pos di: Tangga Pustaka, Jl. H. Montong 57, Ciganjur-Jagakarsa-Jakarta Selatan 12630. ato by email ke redaksi@tanggapustaka.com.

itu aja dari saya untuk mengajak sodare-sodare mulai nulis (jangan cuma nulis sms, blogging, chating aja). Yuk mulai sekarang Nulis karya menjadi sebuah buku! Bagi-bagi ilmu untuk Bangsa!
Salam redaksi,

Saturday, January 12, 2008

Kangen Suroboyo

Buku Pertama

Buku Kedua

Sorry guys, pokok'e aq kuangen pool karo Suroboyo (Yang ga bisa bahasa Jawa, mohon maaf sebesar-besarnya), kangen karo emakku, kangen karo panganan'e yo... koyo "tahu tek" opo "Lontong Balap". Mboh... aku wis ra mulih meh telung sasi. Yo opo mane... kerjoanku numplek blek. Sak jane... yo... ngono iku jennengge urip. Yoan aku kangen karo konco-konco kuliah. Oh yo... saiki aku due kerjoan nyar iki. Aq garap buku-buku motivasi karo psikologi. Mboh ding, awale rah mudeng blasss, njimet, utekku rasane kering. Soale, biasane aq garap buku-buku teknik opo pelajaran. Dadakno saiki kon ngurusi buku-buku psikologi sing koyo ngono kae! mengko tak delokno cover-cover buku sing wis tak kerjano kae!

Biyen... aku iling sering garae rusuh pas nang kampus. Ono pak Supadi, Sami'an, utwo Pak Adri, suwon loh pak, biyen cah iki ndablek pool.... yo suwun atas dungane. Tibak'e... urip iku pancen uangelll. Suwon karo koncoku apikku, koyo'o Asmoro, Ali, Endro, Tutuk. Suwon yo rek, mergo kowe kabeh, aku yo iso dadi koyo ngene. pokok'e sak Jurusan Fiska kampus C Unair. Suwoooon. Mboh... mang bengi aku ngimpi opo?